BERITA INDUSTRI

Yangtze Operasikan Pabrik Kabel Optik


Sumber : Kontan Harian (01/03/2018)


KARAWANG. Pabrik kabel serat optik PT Yangtze Optics Indonesia di Kawasan Industri Surya Cipta di Karawang, Jawa Barat, resmi beroperasi Rabu, 28 Februari 2018 kemarin. Pabrik berkapasitas produksi 2 juta kilometer (km) per tahun tersebut, menghabiskan dana investasi lebih dari US$ 22 juta atau sekitar Rp 300 miliar.


Pabrik ini diresmikan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. "Ini strong prematur baby," ujarnya saat memberikan sambutan pada acara peresmian pabrik kabel serat optik Yangtze Optics Indonesia di Karawang, Jawa Barat, Rabu (28/2).


Tiga pucuk pimpinan perusahaan turut hadir dalam acara peresmian itu. Mereka adalah Chief Executive Officer (CEO) Yangtze Optical Fibre and Cable Ma Jie, CEO PT Yangtze Optics Indonesia Jan Bongaerts dan CEO PT Fiber Optik Teknologi Indonesia Johnny Liando.


Yangtze Optics Indonesia merupakan perusahaan patungan atau joint venture antara Yangtze Optical Fibre and Cable dengan PT Fiber Optik Teknologi Indonesia. Struktur kepemilikan sahamnya terdiri dari; 70% Yangtze Optical Fibre and Cable dan 30% Fiber Optik Teknologi.


Pembangunan pabrik kabel serat optik Yangtze Optics Indonesia memakan waktu delapan bulan. Proses ground breaking yang menandai dimulainya pembangunan berlangsung pada 18 Mei 2017 lalu.


Pabrik yang baru beroperasi tersebut, akan mengolah serat optik menjadi kabel serat optik. Adapun Yangtze Optics Indonesia memproduksi serat optik di pabrik lain yang sebelumnya sudah beroperasi di lokasi yang sama.


Pabrik serat optik Yangtze Optics Indonesia hadir sejak tahun 2016 dengan kapasitas produksi terpasang sekitar 3 juta km per tahun. Mereka mengklaim, pabrik yang menyedot anggaran investasi US$ 50 juta atau sekitar Rp 680 miliar itu sebagai pabrik serat optik terbesar di Asia Tenggara.


Yangtze Optics Indonesia melihat, potensi pasar kabel serat optik di Indonesia cukup besar. Pasalnya, kebutuhan broadband semakin tinggi. Catatan mereka, tren pertumbuhan industri kabel serat optik antara 15%-20% setiap tahun.


Namun, selalu ada tantangan di balik peluang. "Peluang memang besar, tapi persaingan juga cukup ketat," tutur Johnny Liando, CEO PT Fiber Optik Teknologi Indonesia dalam kesempatan yang sama.


Kementerian Perindustrian (Kemperin) tak menampik besarnya peluang pasar kabel serat optik. Saat ini, kebutuhan kabel serat optik di Indonesia mencapai 9 juta km per tahun. Namun produsen dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 60% dari total kebutuhan itu.


Makanya, Kemperin berharap kehadiran pabrik kabel serat optik Yangtze Optics Indonesia mampu ikut memperkecil porsi ketergantungan produk impor. Target Kemperin adalah mengurangi impor 8%-10% dari kebutuhan per tahun saat ini. Kalau target tersebut terpenuhi, bakal ada potensi penghematan devisa sebesar US$ 500 juta.


Informasi saja, cikal-bakal Yangtze Optical Fibre and Cable ada sejak tahun 1988. Para pemegang saham utama meliptui China Huaxin Post and Telecommunication Economy Development Center, Draka Comteq B.V dan Wuhan Yangtze Communications Industry Group Co., Ltd.


Aulia Fitri



Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM