BERITA INDUSTRI

Lima Sektor Unggulan Mampu Hadapi Revolusi Industri Digital


Sumber : Kontan Harian (09/02/2018)


JAKARTA. Industri pengolahan atau manufaktur dipercaya masih akan menjadi industri yang bertahan menghadapi disrupsi teknologi digital. Bahkan pemerintah yakin, perubahan corak produksi yang berbasis pada kemajuan teknologi atau yang kerap disebut revolusi industri 4.0 (fourth industrial revolution) bisa memperbaiki ekonomi Indonesia ke depan.


Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto optimistis, walau ada disrupsi, dalam 15 tahun ke depan industri manufaktur lokal akan mampu menyerap 30 juta tenaga kerja. Optimisme ini didasarkan pada kinerja industri manufaktur pada tahun lalu.


Sebagai gambaran, pada tahun 2017, industri manufaktur mampu berkontribusi 76% dari total nilai ekspor Indonesia yang sebesar US$ 168,73 miliar. Bila dirinci, sektor manufaktur yang paling tinggi pertumbuhannya pada tahun lalu adalah industri makanan dan minuman, industri mesin dan perlengkapan, industri logam dasar, serta industri tekstil dan pakaian jadi.


Untuk itulah ke depan, industri manufaktur unggulan-unggulan tersebut yang akan menjadi jadi fokus dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital. "Berdasarkan analisis kami, ada lima sektor yang akan menjadi prioritas untuk menghadapi revolusi industri 4.0 yaitu makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, otomotif, elektronik, dan kimia," ujar Airlangga, Kamis (8/2).


Untuk menghadapi revolusi industri ini, Deputi II Bidang Kajian dan Pengelolaan Program Prioritas Kantor Staf Presiden Yanuar Nugroho mengatakan, pemerintah tengah berupaya menyusun cetak biru pendidikan vokasi guna mengantisipasi ekonomi digital. "Saat ini ada yang belum sinkron antara kebutuhan dan pasokan tenaga kerja industri. Blueprint akan memberi tautan," katanya.


Anggar Septiadi



Share:

Twitter

Indonesia Industrial Summit 2018