BERITA INDUSTRI

Struktur Baru Pajak Otomotif Rampung pada Triwulan I


Sumber : Koran Tempo (09/02/2018)


JAKARTA - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berharap struktur pajak baru bagi industri otomotif untuk mendorong produksi kendaraan jenis sedan dapat selesai paling cepat pada triwulan I 2018. "Karena sudah masuk dari tahun lalu," ujar dia, kemarin.


Airlangga mengatakan struktur pajak baru yang sedang dikaji Kementerian Keuangan akan menghilangkan beban kendaraan jenis sedan terhadap pengenaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Selain untuk meningkatkan unit penjualan dan mendorong penggunaan komponen lokal, kebijakan ini bermanfaat untuk pasar ekspor baru.


Pemerintah berharap bisa meraih pasar ekspor untuk kendaraan jenis sedan ke Australia, yang selama ini menjadi negara tujuan ekspor untuk kendaraan serupa bagi Thailand dan Jepang. "Pabrik otomotif di Australia lagi tutup semua. Padahal, pasarnya dua juta unit. Kalau bisa diselesaikan, ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk ekspor otomotif ke Australia," ujar Airlangga.


Selain itu, kata dia, harmonisasi pajak baru ini akan dikaitkan dengan produksi otomotif yang menggunakan karbon emisi rendah ataupun industri yang berbasis pada electric vehicle. "Ini akan mendorong utilitas produksi di otomotif, dari saat ini sekitar 1,4-1,5 juta."


Menurut rencana, peraturan baru ini akan dikenakan kepada kendaraan jenis sedan. Pajak sedan yang dikenakan dianggap lebih mahal dibanding model lain, seperti sport utility vehicle (SUV) dan multi-purpose vehicle (MPV).


Sebelumnya, lembaga konsultan Frost & Sullivan memperkirakan pasar otomotif Indonesia tetap stabil pada 2018. Penjualan kendaraan bermotor diperkirakan mencapai 1,125 juta unit dengan tingkat pertumbuhan 4,6 persen.


Senior Vice President of Mobility Frost & Sullivan, Vivek Vaidya, mengatakan faktor jangka panjang, seperti tingkat pertumbuhan PDB, demografi yang besar, dan kepemilikan mobil per seribu orang, menuju tingkat pertumbuhan jangka panjang yang kuat. ANDITA RAHMA | ANTARA



Share:

Twitter

Indonesia Industrial Summit 2018