BERITA INDUSTRI

PPnBM Mobil Sedan akan Diturunkan


Sumber : Media Indonesia (09/02/2018)


KEMENTERIAN Perindustrian telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan untuk menurunkan tarif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) mobil jenis sedan.


Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan revisi itu perlu dilakukan guna mendorong produsen mobil dalam negeri meningkatkan produksi mobil jenis sedan yang pasarnya cukup besar di Australia.


Peluang untuk masuk ke pasar 'Negeri Kanguru' itu terbuka karena seluruh pabrik otomotif di Australia telah tutup. Peluang Indonesia masuk pasar Australia juga terbuka seiring dengan pembahasan perjanjian perdagangan Indonesian-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang sedang berlangsung.


PPnBM untuk produk mobil jenis sedan di Indonesia tergolong tinggi yakni 30%. Padahal mobil penumpang berjenis minibus atau MPV hanya dikenai PPnBM sebesar 10% sehingga mayoritas produsen mobil di Indonesia enggan untuk memproduksi mobil jenis sedan dalam jumlah yang sama dengan MPV, meski pasar luar negeri lebih berminat terhadap sedan ketimbang MPV.


"Kalau ini bisa (turun), kita punya kapasitas untuk ekspansi," ujarnya di Jakarta, kemarin.


Saat ini suplai mobil jenis sedan ke Australia dikuasai pabrikan asal Jepang dan Thailand.


Ekspor mobil Indonesia sepanjang 2017 hanya 225.000 kendaraan, jauh lebih kecil ketimbang Thailand 1,3 juta unit. Rendahnya ekspor Indonesia tersebut karena MPV yang selama ini banyak diproduksi tidak diminati pasar luar negeri.


Hal itu karena minat pasar luar negeri ialah mobil jenis sedan. Di sisi lain, produksi mobil jenis sedan di Indonesia terus menurun.


Dengan revisi PPnBM, Airlangga menyebut bahwa mobil jenis sedan nantinya tidak lagi tergolong barang mewah. "Dengan demikian, kita bisa mendorong produksi sedan di Indonesia," tandasnya.


Diperkirakan, revisi PPnBM itu akan terbit paling cepat pada triwulan I tahun ini. Revisi PPnBM ini juga akan dikaitkan dengan regulasi yang sedang disusun pemerintah guna mendorong produksi mobil dengan karbon emisi rendah dan industri yang berbasis kepada electric vehicle.


Pasar bakal menggeliat


Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut positif rencana pemerintah itu.


Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiharto mengatakan revisi PPnBM tersebut telah ditunggu sejak hasil kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi & Masyarakat Universitas Indonesia mengenai harmonisasi tarif perpajakan untuk otomotif diserahkan kepada Kemenperin pada tahun lalu.


"Jadi memang ini sudah waktunya dan diperlukan," ujar Jongkie saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.


Dengan adanya revisi PPnBM, secara otomatis harga mobil berjenis sedan yang dikenal mahal akan turun.


Pada gilirannya, penurunan tarif PPnBM itu bakal membuat pasar sedan dalam negeri menggeliat sebab dalam beberapa tahun terakhir penjualan sedan terus turun hingga pangsa pasarnya kurang dari 1%.


"Untuk produksi sendiri, pasar sedan itu kecil. Suplai sedan itu dari Thailand," tandasnya. (E-1)



Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM