BERITA INDUSTRI

Sistem Baru Batas Waktu Konsumsi Mengemuka


Sumber : Kompas (31/01/2018)


JAKARTA, KOMPAS — Isu baru menyangkut sistem batas waktu konsumsi produk makanan dan minuman kini mengemuka. Selain sistem yang memakai tanggal kedaluwarsa, muncul pula opsi waktu terbaik konsumsi produk sebelum tanggal tertentu.


”Soal expired dan best before ini isu baru yang kami dapatkan di Amerika Serikat. Isu ini juga sedang dibahas di PBB, WHO (Organisasi Kesehatan Dunia),” ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman di Jakarta, Selasa (30/1).


Pembahasan isu ini terkait dengan banyaknya produk makanan dan minuman yang secara kualitas masih layak dimakan, tetapi sudah masuk tanggal kedaluwarsa. Beberapa negara sudah mengubah sistem ini menjadi masa terbaik konsumsi sebelum tanggal tertentu (best before). Adapun Indonesia masih menganut sistem tanggal kedaluwarsa (expired).


Gapmmi berencana membahas hal ini dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan. Isu menyangkut batasan waktu konsumsi dinilai penting untuk dikaji. Apalagi, menurut Adhi, kondisi logistik dan distribusi di Indonesia belum memadai dan kerap berpengaruh terhadap banyak kerusakan produk.


”Perlu dikaji ulang apakah lebih bagus menerapkan kedaluwarsa atau terbaik dikonsumsi sebelum tanggal tertentu. Kami peduli isu ini karena terkait food loss dan food waste (kehilangan dan sampah/sisa makanan) yang tinggi, yakni diperkirakan sekitar 30 persen dari total perdagangan makanan dan minuman di dunia,” kata Adhi.


Gapmmi berpandangan, konsep best before bisa berdampak baik terhadap industri. Namun, hal terpenting tetap perihal perbaikan sisi logistik dan distribusi.


Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto menuturkan, pada triwulan III-2017, industri makanan dan minuman merupakan kontributor terbesar, yakni 34,95 persen, bagi pertumbuhan sektor industri nonmigas di Indonesia. Kontribusi industri makanan dan minuman terhadap produk domestik bruto nasional sebesar 6,21 persen. (CAS)



Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM