BERITA INDUSTRI

Pabrik Baru Dorong Pertumbuhan


Sumber : Bisnis Indonesia (11/01/2018)

JAKARTA - Pertumbuhan industri alas kaki pada tahun ini diperkirakan dapat mencapai 3,5% atau senilai US$4,7 miliar berkat beroperasinya sejumlah pabrik baru.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Persepatuan Indonesia (Asprisindo) Binsar Marpaung menyebutkan proyeksi pertumbuhan itu melebihi target pertumbuhan yang diperkirakan terjadi pada tahun lalu sebesar 2% atau senilai US$4,6 miliar. Angka ini dihitung berdasarkan nilai ekspor.

"Tahun ini lebih baik dengan realisasi pabrik baru di Jawa Tengah, seperti di Jepara dan Brebes, tetapi tidak bisa berharap banyak," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (10/1).

Proyeksi angka pertumbuhan yang tidak terlalu tinggi tersebut salah satunya disebabkan oleh masalah yang belum terselesaikan hingga saat ini, yaitu lemahnya industri pendukung.

Menurut Binsar, industri pendukung dalam negeri yang belum berkembang menyebabkan pelaku industri alas kaki mengimpor bahan baku. Kondisi ini mengakibatkan biaya produksi lebih tinggi dibandingkan dengan ongkos yang ditanggung oleh negara lain, sehingga melemahkan daya saing produk nasional.

Oleh karena itu, pelaku industri alas kaki sangat menunggu upaya pemerintah untuk mengembangkan industri pendukung, seperti industri penyamakan kulit.

Binsar menilai para investor bakal enggan menanamkan modal di dalam negeri untuk industri pendukung apabila pemerintah tidak memberikan insentif, misalnya berupa keringanan pajak.

"Kalau industri pendukung ada, kami tidak perlu mengimpor. Industri pendukung kan juga bisa untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor juga nantinya, ini bisa meningkatkan nilai tambah," katanya.

Selain pengembangan industri pendukung, Direktur Eksekutif Aprisindo Sigit Murwito sebelumnya mengatakan perjanjian perdagangan dengan kawasan Amerika Serikat dan Eropa juga ditunggu oleh pabrikan alas kaki. Saat ini, produk alas kaki Indonesia masih dikenakan bea masuk yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain, seperti Vietnam.

Dia menuturkan selama ini industri sepatu memiliki margin keuntungan kecil, sehingga harus memiliki volume yang cukup besar untuk mencapai target yang diinginkan.

PENANAMAN MODAL

Kementerian Perindustrian mencatat penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri di sektor industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki sepanjang 2017 senilai Rp4,73 triliun atau naik dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp2,05 triliun.

Muhdori, Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki, dan Aneka Kementerian Perindustrian, menyebutkan beberapa pabrik sepatu yang baru melakukan ekspansi antara lain Pou Chen Indonesia dan Parkland World Indonesia. Keduanya membuka pabrik alas kaki di Jepara, Jawa Tengah dan telah mulai beroperasi.

"Kami juga optimistis ekspor akan tumbuh karena produk pabrik tersebut seluruhnya untuk ekspor," ujarnya.

Muhdori menyatakan perusahaan-perusahaan tersebut membuka pabrik baru di Jepara, tetapi tidak menutup pabrik-pabrik sebelumnya yang telah ada.

Selain di Jepara, Pou Chen memiliki pabrik di Serang, Cikember, Sukalarang, dan Cianjur. Adapun Parkland World juga memiliki pabrik di Tangerang dan Serang.

Industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki menjadi salah satu penyumbang ekspor terbesar dari sektor industri kimia, tekstil, dan aneka (IKTA) selain pakaian jadi dan bahan kimia dan barang dari bahan kimia.

Kemenperin memproyeksikan sektor ini tumbuh sebesar 2% pada 2017 dan sebesar 2,85% pada tahun ini.

Share:

Twitter

Indonesia Industrial Summit 2018