BERITA INDUSTRI

Perdagangan Internasional di Cikarang akan Tingkatkan KEK


Sumber : Investor Daily (10/01/2018)

CIKARANG – Pesatnya pertumbuhan industri pada sebuah kawasan, semakin mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya di Cikarang, Jawa Barat, yang kini menjadi sentra industri nasional dengan nilai ekspor November 2017 mencapai USD 2,74 milyar.

Jumlah itu mengalami peningkatan sekitar 3,47 persen dibanding Oktober 2017 yang mencapai USD 2,65 milyar. Cikarang kini sedang dikaji oleh pemerintah untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) karena menjadi salah satu kawasan industri yang terhubung dengan berbagai jalur transportasi, baik melalui darat, laut dan udara.

Cikarang yang hanya berjarak 34 km dari Jakarta ini akan dilengkapi dengan pembangunan infrastruktur Pelabuhan Patimban di Subang dan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.

Pemerintah yakin pada pertengahan 2018 ini, Bandara Internasional Kertajati akan segera beroperasi. Dengan beroperasinya Bandara Kertajati, maka jalur transportasi udara untuk menunjang bisnis kawasan Cikarang kian bertambah, yang sebelumnya menggunakan Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Kedua jalur transportasi tersebut terkoneksi dengan akses jalan tol sehingga dapat memperlancar jalur logistik dari kawasan industri di daerah Cikarang ke kawasan destinasi lainnya, atau bahkan ke Pelabuhan Tanjung Priuk.

Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin Imam Haryono, seperti dilansir dari BeritaSatu.com menjelaskan, pengembangan kawasan industri yang tengah gencar dilakukan pemerintah cukup menarik perhatian investor asing.

Hal ini dapat dilihat dari peningkatan investasi dan beberapa penjajakan yang dilakukan. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan jumlah industri yang berada dalam kawasan industri mencapai 40,55% atau 13.025 perusahaan pada 2019.

Geliat investasi pada kawasan industri Cikarang membuat kawasan ini berpotensi menjadi KEK. Pengkajian KEK untuk Cikarang ini bertujuan agar potensi perdagangan internasional dan investasi di kawasan ini semakin menggeliat guna meningkatkan perekonomian nasional. (*)

Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM