BERITA INDUSTRI

Kemenperin Dorong Konsorsium Mobil Pedesaan


Sumber : Koran Jakarta (11/12/2017)

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pembentukan konsorsium untuk memproduksi mobil pedesaan setelah target pasar dan data kebutuhannya jelas. Upaya ini melibatkan seluruh pihak yang potensial, baik dari segi teknis hingga non-teknis khususnya sektor Industri Kecil Menengah (IKM) otomotif.

Direktur Jenderal IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih menyebutkan IKM dalam negeri siap berkontribusi dalam memproduksi komponen kendaraan pedesaan. “Kami memang memprioritaskan IKM lokal untuk terlibat dalam program yang sedang dikembangkan oleh Kemenperin ini,” ujarnya di Jakarta, pekan lalu.

Guna menjaga kestabilan produksi komponen oleh IKM, Kemenperin terang Gati melibatkan perusahaan baja milik negara, yakni PT Krakatau Steel untuk penyediaan bahan baku. Kemenperin juga terus memberikan pembinaan kepada para IKM dalam negeri untuk dapat menjaga kualitas produksi komponennya, mengingat produk yang mereka hasilkan akan digunakan untuk membuat kendaraan pedesaan di seluruh Indonesia.

Ditjen IKM Kemenperin terus memacu kemajuan IKM khususnya sektor komponen otmotif dalam memperhatikan aspek kualitas, biaya, dan pengiriman atau quality, cost and delivery (QCD). Upaya ini dilakukan melalui berbagai program strategis, seperti pembinaan kompetensi SDM, fasilitasi teknologi mesin dan peralatan, pengembangan produk, promosi, kemitraan, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif.

Pada November lalu, lembaga yang membina sektor industri tersebut memetakan kebutuhan kendaraan pedesaan di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Klaten dengan melibatkan para pemangku kepentingan terkait. Hasilnya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan maupun kondisi pasar dari sisi jenis kendaraan, harga yang diharapkan, serta cakupan penggunaan kendaraan pedesaan.

Hingga kini, lebih dari 400 IKM sektor komponen otomotif yang tersebar di sejumlah sentra industri di Indonesia, antara lain Tegal, Klaten, Purbalingga, Sidoarjo, Pati, Pasuruan, Sukabumi, Bandung, dan Jabodetabek.

Efek Meluas

Bagi Gati, pengembangan kendaraan pedesaan ditenggari dapat membawa efek lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu, berdampak positif bagi perkembangan industri otomotif dalam negeri, peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam penguasaan teknologi kendaraan, serta pembangunan IKM sektor industri otomotif dan alat mesin pertanian.

Adapun Kemenperin tengah memacu pengembangan kendaraan pedesaan agar segera diproduksi oleh industri dalam negeri. Selain untuk memenuhi kebutuhan alat transportasi multiguna di sektor pertanian dan perkebunan, upaya ini juga guna mendorong peningkatan ekonomi masyarakat serta mewujudkan kemandirian penguasaan teknologi oleh anak bangsa.

Saat ini, terdapat dua purwarupa atau prototype kendaraan pedesaan yang telah selesai dibangun. Prototipe Generasi 2A merupakan hasil pengembangan platform Kemenperin, sedangkan Generasi 2B untuk prototipe yang dikembangkan oleh IOI. ers/E-10

Share:

Twitter