BERITA INDUSTRI

Pendidikan Vokasi Harus Dimaksimalkan


Sumber : Pikiran Rakyat (17/11/2017)

CIKARANG, (PR).- Pendidikan vokasi harus dimanfaatkan dengan maksimal oleh dunia industri. Peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pendidikan vokasi dinilai telah menjadi jawaban dari kegelisahaan industri karena minimnya sumber daya manusia yang berkompeten.

Kementerian Perindustrian bahkan mencatat bahwa pendidikan vokasi menjadi satu di antara tiga aspekyang menunjang pertumbuhan industri di Indonesia. Aspek pertumbuhan industri lainnya yakni perkembangan teknologi serta peningkatan investasi.

"Kebutuhan tenaga kerja yang kompeten adalah keniscayaan dalam pertumbuhan industri, di samping peningkatan teknologi dan investasi. Untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten tentu harus melalui pendidikan yang sesuai melalui pendidikan vokasi," kata Kepala Biro Umum Kementerian Perindustrian Yedi Sabaryedi, Kamis (16/11/2017).

Yedi ditemui seusai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan Ananda Mitra Industri di Kawasan Industri Kota Deltamas, Cikarang Pusat, Kabupaten Be-kasi. Sekolah kejuruan ini akan menjadi sekolah berbasis industri yang kedua di Kabupaten Bekasi. Sebelumnya, sekolah berbasis industri berada di kawasan industri MM2100.

Pemanfaatan pendidikan vokasi bagi dunia industri tidak hanya mengacu bagaimana merekrut tenaga kerja dari sekolah berbasis industri. Lebih dari itu, dunia industri pun diharapkan turut serta mendukung berdirinya sekolah ataupun lembaga pendidikan lainnya yang berbasis pada pendidikan industri.

Sekolah model

Sementara itu, wartawan Kabar Cirebon Tati Purnawati melaporkan, sejumlah SMK/SMA, SMP, dan SD di Kabupaten Majalengka memamerkan hasil kreativitas peserta didik dan kurikulum unggulan masing-masing pada acara Ekspose Program Sekolah Model Sistem Penjaminan Mutu Internal di Gedung Islamic Center, Majalengka, kemarin.

SMK i Maja misalnya memamerkan hasil pertanian organik. Menurut keterangan guru holtikultura di SMK 1 Maja, Tutu T, sekolahnya memiliki luas lahan pertanian di belakang sekolah se^ kitar 6 hektare. Dengan luasnya lahan tersebut, sekolah bisa menanam beragam tanaman hortikultura dan pangan untuk dijadikan lahan praktik bagi para siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Iman Pramudya Subagja mengatakan, tujuan dari program pengembangan sekolah model itu sendiri adalah bisa menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri, meningkatkan mutu sekolah, serta anak didik juga memiliki budaya dan mutu pendidikan yang baik. Hasil penilaian terbaik kreativitas para pelajar ini akan mewakili Majalengka ke lombg tingkat Provinsi Jabar. (Tommi Andryandy)

Share:

Twitter