BERITA INDUSTRI

Permintaan Naik Jelang Tutup Tahun


Sumber : Bisnis Indonesia (15/11/2017)

JAKARTA - Permintaan semen meningkat tajam jelang tutup tahun lantaran adanya percepatan pengerjaan sejumlah proyek strategis nasional.

Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia Widodo Santoso menyatakan konsumsi semen pada Oktober lalu naik 12,5% yoy menjadi 6,76 juta ton. Permintaan tersebut melebihi konsumsi semen pada September sebanyak 6,3 juta ton.

Sementara itu, konsumsi semen domestik periode tahun berjalan Januari-Oktober tahun ini mencapai 54,19 juta ton, atau naik 7,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Secara umum konsumsi semen nasional meningkat tajam," ujarnya, Selasa (14/11).

Widodo memproyeksikan pertumbuhan konsumsi semen sepanjang tahun ini sekitar 6%-7%. Pabrikan semen optimistis mencapai proyeksi tersebut lantaran permintaan pada tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun lalu yang melandai.

Salah satu kendala yang mungkin menahan laju pertumbuhan konsumsi semen pada sisa tahun berjalan merupakan kondisi cuaca yang tak menentu. "Mulai bergulirnya musim penghujan di berbagai daerah praktis memberi sedikit gangguan pada pengerjaan proyek pembangunan," ujarnya.

Sementara itu, produsen semen optimistis membidik target yang lebih tinggi pada tahun depan karena pemerintah meningkatkan alokasi belanja sebesar 6% untuk pendanaan infrastrutur dan proyek strategis. "Dengan demikian, permintaan semen kami harap terus meningkat," ujarnya.

Permintaan semen di Pulau Jawa pada Oktober melebihi separuh permintaan nasional. Menurutnya, permintaan di wilayah Jawa terdongkrak oleh pengerjaan berbagai proyek infrastruktur. Permintaan semen di Pulau Jawa mencapai 3,75 juta ton, atau naik 17% dibandingkan dengan tahun lalu.

"Kenaikan permintaan semen di Pulau Jawa mulai dari Banten sampai ke Jawa Timur melonjak 10%-22%," ujarnya.

Pertumbuhan permintaan yang cukup signifikan juga terjadi di Sumatra, Kalimantan, serta Bali dan Nusa Tenggara. Permintaan semen di Sumatra naik 7,8% (yoy) sebesar 1,49 juta ton. "Peningkatan cukup tajam pada beberapa daerah di Sumatra seperti Lampung, Sumsel, Sumbar dan Jambi," ujarnya.

Konsumsi semen di Kalimantan pada Oktober lalu tumbuh 6,1% menjadi sebesar 434.830 ribu ton. Permintaan semen di wilayah Bali dan Nusa Tenggara melonjak 27% menjadi sebanyak 388.600 ton. Sementara itu, permintaan semen di wilayah Maluku dan Papua mencapai 163.400 ton atau tumbuh 24%.

Permintaan semen pada wilayah Sulawesi justru terkoreksi 7,8% menjadi sebanyak 527,3 ribu ton. "Secara umum, laju pertumbuhan konsumsi semen seluruh daerah booming, kecuali di Sulawesi yang justru menurun cukup tajam," ujarnya.

TINGKATKAN EKSPOR

Produsen semen di dalam negeri terlihat terus meningkatkan penjualan ke pasar ekspor. Volume penjualan ekspor semen dan clinker pada Oktober lalu mencapai 273 .000 ton, atau naik 38% yoy. Volume ekspor semen dan clinker periode tahun berjalan Januari-Oktober tahun ini mencapai 2,28 juta ton. Angka tersebut mendekati target ekspor pabrikan semen pada tahun ini sebesar 2,5 juta ton.

"Kenaikan volume ekspor turut mendongkrak utilisasi pabrik-pabrik semen di Indonesia," ujarnya.

Pabrikan semen berharap penjualan pada sisa 2 bulan tahun ini terus terangkat dengan adanya akselerasi pengerjaan proyek strategis nasional karena utilisasi pabrikan sepanjang tahun masih relatif rendah lantaran kapasitas produksi jauh melebihi konsumsi di dalam negeri.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah memprioritaskan pengembangan industri yang menopang pengerjaan infrastruktur. Salah satu di antaranya termasuk industri semen.

Hanya saja, kelebihan kapasitas dalam jangka menengah turut menekan harga penjualan semen. Meski demikian, pabrikan dapat terus mengarahkan penjualan ke pasar ekspor. "Harga semen memang bisa turun, tetapi pasar ekspor terus terbuka," ujarnya.

Share:

Twitter