BERITA INDUSTRI

Pemerintah Minta Pembentukan Konsorsium


Sumber : Koran Tempo (06/11/2017)

KLATEN - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meminta produsen mobil desa, Kiat Motor, dan Institut Otomotif Indonesia (IOI) membentuk konsorsium. Konsorsium ini akan memfasilitasi produksi Mahesa Nusantara atau Moda Angkutan Hemat Pedesaan. "Setelah izin produksi Mahesa selesai, harus segera dibentuk wadah pengelolanya," kata dia saat mengunjungi pabrik Kiat Motor di Jalan Solo-Jogja, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Mahesa Nusantara adalah kendaraan pedesaan yang dirancang oleh Sukiyat, pemilik Kiat Motor, bersama IOI sejak 3,5 tahun lalu. Sukiyat sebelumnya dikenal sebagai inisiator mobil nasional Esemka. Kiat Motor merampungkan tiga prototipe Mahesa berbentuk pikap, pikap kabin ganda, dan mobil peralatan pertanian. Mobil-mobil ini bakal dibanderol masing-masing Rp 50 juta, Rp 60 juta, dan Rp 70 juta.

Airlangga sempat menjajal tiga purwarupa Mahesa yang diparkir di ruang tengah bengkel Kiat Motor. Setelah duduk di ruang kemudi dan menyalakan mesin 650 cc mobil tersebut, dia menyalakan sistem power take off (PTO) yang dipakai untuk menggerakkan mesin pertanian, seperti penggiling padi dan pompa air. Dia pun memuji bodi Mahesa yang menggunakan FRP (fiberglass reinforce plastics) Injection yang bobotnya lebih ringan ketimbang bodi logam. "Sekarang tinggal menghitung komersialisasinya," ujar dia.

Menurut Airlangga, izin produksi Mahesa sedang diproses dan bisa segera terbit. Karena itu, dia menjamin baha Mahesa dapat diproduksi massal pada 2018. "Harga bisa murah karena semua komponen dibuat di dalam negeri." Airlangga juga mengatakan telah melakukan serangkaian tes untuk prototipe mobil desa yang dibuat bersama IOI. Tes tersebut berupa uji teknis dan laik jalan Kementerian Perhubungan, pengujian emisi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta pengujian daya tahan sampai 100 ribu kilometer. Purwarupa buatan Kementerian Perindustrian disebut Generasi 2A dan Generasi 2B dikembangkan oleh IOI.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, mengatakan standardisasi platform mobil desa meliputi bodi dan sasis untuk pikap maupun mobil penumpang, mesin dengan kapasitas silinder di bawah 1.000 cc, serta menggunakan power train. Untuk produksinya, Kementerian menggandeng sentra industri kecil otomotif di Tegal, Klaten, Purbalingga, Sukabumi, dan Bandung, serta 250 industri karoseri.

Pengembang Mahesa, Sukiyat, mengatakan produksi massal mobil desa buatannya bisa berjalan mulai Agustus 2018. "Khususnya untuk mobil angkutan pertanian," ujarnya. Menurut Sukiyat, harganya bisa murah karena semua komponennya dibuat secara lokal dan bahan bakunya mudah dicari. "Saya katakan ke Pak Menteri, kalau Mahesa enggak bisa diproduksi massal, lebih baik dibubarkan sejak sekarang," kata dia.

Share:

Twitter