BERITA INDUSTRI

Semen Padang Ekspor ke Australia


Sumber : Media Indonesia (28/08/2017)

ANAK usaha Semen Indonesia Tbk, PT Semen Padang, mengekspor 20 ribu ton semen curah ke Australia, akhir pekan lalu.

Direktur Komersial PT Semen Padang Pudjo Suseno menyebutkan Australia merupakan salah satu target dan pasar ekspor Semen Padang.

"Karena jumlah permintaan dari Australi terus naik, sedangkan produksi dalam negeri tetap, kami mengekspor semen curah OPC type I CEM 52,5 N ke Australia," ujarnya didampingi Kepala Departemen Distribusi dan Transportasi Sumarsono dan Kepala Biro Penjualan Luar Negeri Fifit Abriyanto.

Dikatakannya, eskspor Semen Padang kali ini merupakan hasil kerja sama PT Semen Padang dengan PT Semen Indonesia International.

"Ekspor produk OPC type I CEM 52,5 N ini membuktikan bahwa PT Semen Padang mampu memproduksi semen sesuai dengan kebutuhan pelanggan," ujar Pudjo.

Potensi ekspor semen curah ke Australia diperkirakan sebanyak 40 ribu ton per bulan. Ketatnya persaingan dalam negeri menjadikan ekspor ke luar negeri seperti Asutralia sebagai strategi dan prioritas dari Semen Padang.

Hingga Juli 2017, total ekspor Semen Padang dalam bentuk semen sebanyak 415.698 ton dan klinker 266.876 ton dengan negara tujuan yaitu Sri Lanka, Maladewa, Bangladesh, Myanmar, dan Australia.

"Selain negara-negara tersebut, ada sejumlah negara potensial untuk ekspor yang sedang digarap, yaitu kawasan Afrika," jelasnya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan industri semen merupakan salah satu andalan penopang perekonomian nasional karena dasar dari pembangunan fisik ialah semen dan baja.

"Dalam tiga tahun terakhir terjadi ekspansi yang luar biasa dari industri semen sehingga kapasitas produksinya berlebih," kata Menteri Airlangga di Padang, Sabtu (26/8), saat berkunjung ke PT Semen Padang dan diterima Dirut Benny Wendry.

Dalam beberapa tahun terakhir cukup banyak muncul pemain baru di bidang semen yang sebelumnya lebih didominasi Semen Indonesia Group. "Munculnya pemain baru membuktikan daya saing industri semen lebih kuat," ujarnya. (YH/Ant/E-1)

Share:

Twitter