BERITA INDUSTRI

Menteri Airlangga: Permodalan Jadi Faktor Penting Pengembangan IKM


Sumber : industry.co.id (28/08/2017)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemodalan merupakan salah satu faktor penting bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam mengembangkan usaha, namun mayoritas IKM mengalami kesulitan dalam mengakses sumber-sumber pembiayaan. 

Hal tersebut dikarenakan mayoritas IKM tidak memenuhi persyaratan perbankan meskipun jenis usahanya secara prospek memiliki usaha yang layak untuk diberikan akses perbankan. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat membuka acara 'Sarasehan Sinergi Pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (28/8/2017).

"Sulitnya akses pembiayaan perbankan di disebabkan mulai dari ketidakmampuan IKM dalam melengkapi legalitas usaha di bidang industri, suku bunga pinjaman yang masih dianggap tinggi, serta keterbatasan perbankan yang dalam memberikan pinjaman dengan plafond rendah," ungkap Airlangga.

Ia menambahkan, berbagai upaya untuk meningkatkan akses pembiayaan terhadap IKM telah dilakukan oleh pemerintah. "Salah satu program prioritas dalam mendukung pemberian pembiayaan kepada sektor IKM dan diarahkan pada sektor usaha produktif lainnya," terangnya.

Seperti diketahui, sektor IKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Pada tahun 2016, jumlah unit usaha IKM mencapai 4,4 juta unit dan menyerap tenaga kerja sebanyak 10,1 juta orang. Hal tersebut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,27 persen. "Dengan kontribusi tersebut, IKM memiliki peran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial, dan berkontribusi pada pengembangan sektor swasta yang dinamis," kata Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan, sampai dengan Juli 2017, total penyaluran KUR mencapai Rp52,2 triliun atau 47 persen dari target penyaluran KUR Rp110 triliun. "Dengan pencapaian tersebut kami sampaikan apresiasi kepada komite kebijakan KUR dan bank-bank penyalur KUR," imbuhnya.

Menurut Airlangga, hal lain yang perlu dicermati adalah target peruntukan KUR pada sektor usaha produktif sebesar 40 persen. Hingga saat ini, penyaluran KUR untuk sektor produksi non-jasa mencapai 31,2 persen. "Capaian tersebut meningkat dari kinerja Desember 2016 dengan porsi penyaluran KUR sektor produksi sebesar 22 persen," sebut Menperin.

Tercata bahwa penyebaran KUR masih didominasi oleh beberapa provimsi antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara. Sedangkan berdasarkan pulau, masih didominasi oleh Pulau Jawa, Pulau Sumatera dan Pulau Sulawesi. "Porsi penyaluran KUR tersebut mencerminkan sebaran UMKM begitu pula IKM di seluruh Indonesia sehingga peningkatan pertumbuhan IKM di luar Pulau Jawa juga perlu menjadi perhatian kita bersama," pungkasnya.

Share:

Twitter