BERITA INDUSTRI

RI-India Perkuat Kerja Sama Litbang Industri Makanan


Sumber : Investor Daily (24/08/2017)

JAKARTA – Indonesia dan India akan memperkuat kerja sama untuk pengembangan industri makanan. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengharapkan akan ada kerja sama intensif antara kedua negara, terutama peningkatan investasi India untuk pusat penelitian dan pengembangan.

“India merupakan mitra penting Indonesia, kami akan terus mendorong peningkatan investasi India ke Indonesia. Selain itu, kami berharap adanya kerja sama R&D untuk sektor industri makanan dan minuman,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara, Rabu (23/8).

Ngakanmemastikan, kerja sama kedua negara nantinya didasarkan pada penguatan ekonomi yang modern, kompetitif, dan berkualitas dengan tetap mengedepankan prinsip saling menguntungkan.

Dalam upaya percepatan kerja sama ini, BPPI dan Balai Besar Industri Agro (BBIA) Kementerian Perindustrian akan berkoordinasi dengan asosiasi dan pemangku kepentingan yang lain.

Dia mengharapkan ada nota kesepahaman yang bisa ditandatangani oleh pihak Indonesia dan India. Saat ini, penduduk India lebih dari 1,3 miliar jiwa dan Indonesia sebanyak 261 juta penduduk, yang tentunya memerlukan kebutuhan pangan.

“Karena itulah sektor makanan dan minuman menjadi potensi pasar yang besar untuk saling mengembangkan bersama-sama,” imbuh Ngakan.

Kepala BBIA Bogor Umar Habson menyampaikan, pembangunan sektor industri makanan dan minuman memerlukan inovasi yang berkelanjutan. Untuk itu, pentingnya dibentuk kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang).

“BBIA adalah pusat riset agro industri di bawah Kemenperin dan ditetapkan sebagai Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Nasional bidang hilirisasi produk agro oleh Kemenristekdikti pada tahun 2016,” tutur dia.

Menteri Industri Pengolahan Makanan India Sadhvi Niranjan Jyoti mengungkapkan, kunjungannya ke Indonesia dalam rangka membuka peluang kerja sama bilateral di bidang litbang industri, terutama sektor makanan.

Pasar makanan dan grosir di lndia merupakan yang terbesar ke enam di dunia. Tingkat pertumbuhan tahunan sektor pengolahan makanan lndia lebih dari 7%.

Selain itu, industri makanan lndia yang dipasarkan melalui online tumbuh 150% pada tahun 2016. Bahkan, India menjadi basis produksi diversifikasi terbesar di 42 Mega Food Parks. Pertumbuhan industri makanan di India yang signifikan tersebut, juga dialami di Indonesia.

Kemenperin mencatat, industri makanan dan minuman nasional mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,19% pada kuartal II-2017. Capaian tersebut turut berperan dalam kontribusi manufaktur andalan ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri nonmigas yang mencapai 34,42%, tertinggi dibandingkan sektor lainnya. (ajg)

Share:

Twitter