PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (LITBANG)

Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru SMK Bidang Teknologi Keramik


BANDUNG, Kepala Balai Besar Keramik, Supomo mewakili Kepala BPPI, Senin, 17 Juli 2017 jam 9,00 di aula Balai Besar Keramik, Bandung membuka acara Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru SMK Bidang Teknologi Keramik yang diikuti oleh 30 orang guru SMK Keramik dari propinsi  Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Banten. Ke 14 SMK tersebut adalah dari SMKN 5 Yogyakarta 4 peserta, SMKN Kalasan 3 peserta, SMK 1 Rota Bayat 3 peserta, SMKN 3 Kasihan Bantul 2 peserta, SMKN 2 Jepara 2 peserta, SMKN 5 Malang 1 peserta, SMKN 1 Pleret Purwakarta 6 peserta, SMKN 1 Sukatani Purwakata, 3 peserta, SMKN 14 Bandung 7 peserta, SMKN 5 Bandung 2 peserta, SMK Kimia Industri 3 peserta, SMKN Kragilan Banten 1 peserta, SMKN 1 Wanareja 1 peserta. Diklat yang merupakan kerjasama antara Balai Besar Keramik dan Pusdiklat Industri tersebut, adalah salah satu bentuk nyata dukungan terhadap Program Prioritas Kementerian Perindustrian yakni Peningkatan Kemampuan SDM Vokasi. Melalui Diklat tersebut, para peserta menjadi lebih mampu dalam membuat dan menerapkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri keramik. Materi yang diajarkan antara lain :pengetahuan bahan baku keramik, teknologi proses pembuatan keramik, teknik penglasiran, pembakaran, dan manajemen pemasaran . Peserta akan diberikan materi teori 50 % dan praktek 50 % serta kunjungan ke industri ubin keramik di Subang, UPTD Keramik Purwakarta, dan Sentra Keramik Plered.

Setelah mengikuti pelatihan ini, para guru tersebut diharapkan mampu memberikan materi pelajaran untuk siswa-siswinya sehingga setelah lulus mempunyai pengetahuan tentang keramik dan siap bekerja untuk mengisi tenaga-tenaga industri  khususnya industri kecil keramik maupun industri menengah-besar. Hal ini, karena, Balai Besar Keramik selaku Penyelenggara Diklat mempunyai peralatan yang cukup lengkap, pengalaman yang panjang dan tenaga pengajar serta instruktur yang berkualitas untuk melakukan transfer teknologi kepada para pesertanya.

Data industri keramik di Indonesia adalah sebagai berikut : ubin keramik 58 perusahaan dengan kapasitas terpasang 537.158.380 M² /tahun, dengan tenaga kerja  61.195 orang, merupakan urutan ke-6 setelah China, India, Brasil, Spanyol dan Iran. Industri saniter ada 6 perusahaan dengan kapasitas 5.504.418 buah/tahun  didukung oleh tenaga kerja sebanyak 9.174 orang, sedangkan industri tableware ada 12 perusahaan dengan kapasitas 274.744,118 buah/tahun dengan melibatkan tenaga kerja 17.333 orang. Untuk industri kaca lembaran berjumlah 3 perusahaan dengan kapisitas 1,2 – 1,5 ton/tahun dan untuk kaca olahan senayak 20 perusahaan dengan kapasitas 7 juta M²/tahun.










Share:

Twitter