PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (LITBANG)

Industri Kecil Kalbar Tembus Pasar Malaysia


Daya saing nasional Indonesia dalam Global Manufacturing Competitiveness Index menempati rangking 19 dari 40 negara pada 2016 yang ditargetkan naik menjadi posisi 15 pada tahun 2020. Untuk meningkatkan daya saing tersebut, perlu dilakukan beberapa strategi, di antaranya meningkatkan nilai tambah Sumber Daya Alam (SDA) dan melakukan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui vokasi industri.

Oleh karena itu untuk mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2014-2019 tersebut, perlu adanya peningkatan daya saing industri kecil di daerah yang langsung menyentuh kepada pelaku usaha seperti peningkatan kualitas produk, melalui perbaikan proses, kemasan, masa simpan produk, ataupun yang terkait dengan penerapan Goods Manufacturing Practice (GMP).

Untuk mengakomodir permintaan pasar dari Kota Kucing Malaysia sebesar 7 ton perbulan produk keripik buah, pelaku Industri Kecil Pembuatan Keripik Buah menerapkan Good Manufacturing Practices (GMP) Melalui Program Klinik Teknologi Berjalan Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak. Dengan diadakannya kegiatan Klintek Di Desa Sempeladi Kota Singkawang diharapkan para pelaku industry kecil pembuatan keripik buah yang telah mempunyai pasar di Malaysia dapat meningkatkan kualitas produk sehingga produk yang dihasilkan dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh pasar di Malaysia.










Share:

Twitter