PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (LITBANG)

Ingin Meningkatkan Kreatifitas dan Inovasi Produk, Diskop, UMKM dan Perindustrian Kota Metro, Lampung Mengirim Pengrajin ke BBKB Yogyakarta


Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Metro, Lampung melalui Kegiatan Transplantasi Pengembangan Ekonomi Kreatif mengirimkan sebanyak 10 orang pengrajin guna meningkatkan Kreatifitas dan Inovasi Produk yang berlangsung tanggal 20 – 24 Maret 2017 di BBKB Yogyakarta . Kegiatan tersebut dibagi dalam dua pelatihan yaitu, Pelatihan Batik Tulis dan Cap Zat Warna Sintetis dan Pelatihan Souvenir Limbah Kayu.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Metro, Lampung yang dibacakan oleh Kasie Bina Sarana Ibu Fitri Lutfiana Imawati mengatakan bahwa Ekonomi sangat tergantung kepada modal manusia (human capital atau intellectual capital), ada juga yang menyebut creative capital. Ekonomi kreatif membutuhkan sumberdaya manusia yang kreatif tentunya, sehingga mampu melahirkan berbagai ide dan menterjemahkannya ke dalam bentuk barang dan jasa yang bernilai ekonomi. Proses produksinya bisa saja mengikuti kaidah industri, tetapi proses idel awalnya adalah kreativitas. Disamping itu perkembangan ekonomi kreatif di Kota Metro sudah mulai menggeliat terutama di bidang industri kerajinan, sehingga untuk memacu kreativitas pengrajin industri kreatif perlu diberikan pelatihan magang ke tempat industri kreatif yang telah sukses selain program komprehensif untuk menggerakan industri kreatif.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Alih Teknologi yang mewakili Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Ibu Valentina Sri Pertiwi Rumiyati mengatakan, bahwa  BBKB sebagai Unit Pelayanan Teknis yang berada di bawah Badan Litbang, Kemenperin menyampaikan apresiasi kepada Diskop, UMKM dan Perindustrian Kota  Metro, Lampung  atas kepercayaan yang diberikan untuk melatih para pengrajin guna meningkat Kreatifitas dan Inovasi Produknya. Kreatifitas dan inovasi produk yang akan dikembangkan di dalam pelatihan ini  sebaiknya harus mempunyai ciri khas daerah khususnya di Kota Metro, Lampung. Untuk itu kebanggaan akan budaya dan ciri khas daerah yang ada, dapat dituangkan dalam motif batik dan kerajinan sebagai souvernir dengan memanfaatkan limbah dari kayu.

Pelatihan Batik Tulis dan Cap Zat Warna Sintetis yang akan berlangsung selama 5 (lima) hari dengan berdurasi 40 jam pelajaran (Jpl)  dengan  6 (enam) Jpl teori dan 34 Jpl praktek. Sedangkan bahan/materi yang akan disampaikan, meliputi : pengertian bahan dan alat; pengertian desain batik; pengetahuan proses batik dengan zat warna sintetis (ZWS); praktek desain dan pemolaan; praktek pembuatan zat warna; pratek pengecapan; praktek pembatikan tulis; menutup/bironi/menimbok; praktek pewarnaan I; praktek pewarnaan II; praktek pelorodan; dan diakhiri dengan diskusi dan evaluasi pelatihan. Sedangkan untuk Pelatihan Souvenir Limbah Kayu  dengan materi, antara lain : 1).Pembuatan Tempat tissue; Jam meja; Tempat stationery; Tempat Flash Disk; 2). Penghalusan produk; 3). Finishing; dan 4). Evaluasi pelatihan.










Share:

Twitter