BERITA INDUSTRI

Industri Pengolahan Non Migas Diproyeksikan Tumbuh 5,4%


Sumber : Pos Kota (03/01/2017)

INDUSTRI pengolahan non-migas memberikan kontribusi 17,82 persen terhadap total PDB nasional pada triwulan tahun 2016. Sektor industri juga berkontribusi dalam penumbuhan beberapa sektor pada perekonomian, khususnya pada perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor.

Jadi secara keseluruhan, kontribusi industri pengolahan non-migas bisa mencapai 30 persen. Hal tersebut diungkapkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, belum lama ini.

Tahun 2017 ini Menperin memproyeksikan indutri pengolahan non-migas tuymbuh di kisaran 5,2-5,4 persen dengan target pertumbuhan ekonomi 5,1-5,4 persen. Airlangga optimistis kpndisi perekonomian nasional akan lebih stabil dan membaik sehingga menumbuhkan iklim investasi yang kondusif bagi sektor industri.

Sepanjang tahun 2016, Kemenperin mencatat, ada empat subsektor industri yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan industri non migas, yaitu industri makanan dan minuman 33,61 persen, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik 10,68 persen, industri alat angkutan 10,35 persen, serta industri kimia, farmasi dan obat tradisional 10,05 persen.

Dari sisi ekspor, pada periode Januari-November 2016, industri pengolahan non migas membukukan nilai 99,65 miliar dolar AS atau memberikan kontribusi 76,3 persen terhadap ekspor nasional yang mencapai 130,65 miliar dolar AS.

Kontribusi tersebut lebih besar bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 72,18 persen. Sedangkan, nilai impor industri pengolahan non migas 97,98 miliar dolar AS pada Januari-November 2016 atau terdapat surplus neraca perdagangan sektor industri 1,67 miliar dolar AS.

Menperin juga mengungkapkan, investasi sektor industri masih menjadi motor pertumbuhan Sektor industri. Januari-September 2016, investasi PMDN sektor industri mencapai Rp75,41 triliun atau naik 19,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan investasi PMA sektor industri mencapai 13,09 miliar dolar AS atau naik 53,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan jumlah tenaga kerja yang bergerak di sektor industri, mengalami peningkatan hingga Agustus 2016 sebesar 15,54 juta orang atau naik 1,87 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Menperin menegaskan dalam upaya meningkatkan kinerja industri nasional ke depan, diperlukan langkah-langkah strategis, antara lain penguatan struktur industri, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), penguasaan teknologi, dan pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, pendalaman struktur industri diarahkan melalui hilirisasi, peningkatan SDM industri melalui pendidikan dan pelatihan vokasi, pengyasaan teknologi dengan menggiatkan research and development, serta pembangunan infrastruktur termasuk upaya mengusulkan penurunan harga gas industri.

INDONESIA CENTRIS

Di samping itu, dalam upaya mengakselerasi cita-cita pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sentris, Kemenperin memfasilitasi pengembangan 14 kawasan industri di luar Pulau jawa. Hingga tahun 2016, di antaranya ada tiga kawasan industri tersebut yang telah beroperasi, yaitu Kawasan Industri Sei Mangkei di Sumatera Utara, Morowali di Sulawesi Tengah, dan Bantaeng di Sulawesi Selatan.

"Ada tiga kawasan industri yang saat ini sedahg dalam tahap pembangunan, yaitu di Palu, Bitung dan Konawe. Sedangkan delapan kawasan industri lainnya masih dalam tahap perencanaan," sebutnya.

Dalam tiga tahun ke depan, juga akan dilakukan percepatan pembangunan kawasan industri Tanjung Buton, Dumai, Berau, Tanah Kuning, JIIPE (Gresik), Kendal, dan Kawasan Industri Terpadu Wilmar di Serang, Banten. (Tri/si)

Share:

Twitter