BERITA INDUSTRI

Pemerintah Siap Genjot Populasi IKM


Sumber : Investor Daily (03/01/2017)

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) siap menggenjot populasi industri kecil dan menengah (IKM) melalui pembinaan dalam bentuk revitalisasi kepada 1.200 sentra IKM pada 2017. Tahun ini, jumlah IKMbaru ditargetkan mencapai 5.000 unit.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, pengembangan produk IKM dilakukan dengan bimbingan dan fasilitasi penerapan standardisasi dan sertifikasi, pendaftaran hak kekayaan intelektual (HKI), serta perbaikan desain kemasan dan merek kepada 1.001 IKM.

Kemenperin, menurut dia, meningkatkan daya saing IKM melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan IKM berupa skema pembiayaan investasi pembelian mesin dan peralatan kepada 150 IKM, serta fasilitasi perluasan pasar melalui promosi dan pemasaran produk bagi 160 IKM.

Negara tujuan promosi dan pemasaran antara lain Australia, Jepang, Dubai World Trade Centre, Moskow, Frankfurt, Hong Kong, Singapura, dan Hanover.

Agar lebih fokus menyasar pasar, Airlangga akan fokus mengembangkan sembilan komoditas unggulan prioritas, yakni olahan hasil laut, kopi, furnitur, tenun, minyak atsiri, perhiasan, peralatan pertanian non mekanik dan teknologi tepat guna, komponen alat angkut, serta produk elektronik dan telematika. Pengembangan tersebut termasuk promosi dan pemasaran melalui e-commerce.

“IKM yang menjadi sektor dominan dari populasi industri di dalam negeri berperan penting sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Di tengah pelemahan ekonomi global, IKM hampir tidak terpengaruh dan pertumbuhannya relatif lebih stabil,” kata Airlangga.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, pihaknya akan fokus untuk pembenahan pusat data IKM di Indonesia. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalammenjalankan program-program pengembangan IKM nasional yang dijalankan oleh Kemenperin.

“Salah satunya adalah untuk pelaksanaan program e-Smart IKM, yang akan dimulai pada 2017,” ujar Gati. Programe-Smart IKM, kata dia, bertujuan mengoptimalkan potensi IKM menjadi showcase produk sendiri dan bukan hanya menjadi reseller produk negara lain. Ditargetkan, pada 2018, pasar produk IKM dan pasar kebutuhan IKM telah terintegrasi dalam program tersebut.

”e-Smart IKM menjadikan virtual sentra IKM, mediator IKM dengan e-commerce serta menjadikan branding IKM yang diintegrasikan dengan marketplace dan e-commerce yang telah ada dan beroperasi di Tanah Air,” kata Gati.

Gati menambahkan, sektor IKM yang bergerak di bidang pengolahan makanan akan diprioritaskan untuk mengikuti bimbingan teknis agar mampu menembus pasar online tahun depan. Pembinaan yang akan dilakukan terhadap IKM tersebut utamanya meliputi penguatan merek dan desain kemasan agar lebih menarik. (ajg)

Share:

Twitter