BERITA INDUSTRI

Investasi Ciptakan Lapangan Kerja


Sumber : Kompas (03/01/2017)

JAKARTA, KOMPAS - Ketersediaan lapangan kerja terkait erat dengan realisasi investasi di sektor riil. Dukungan dan kebijakan pemerintah diyakini bisa membantu dunia usaha di Indonesia dalam menjalankan peran sebagai penyerap tenaga kerja.

"Tanpa diminta publik pun, sudah menjadi tugas pokok pemerintah menghapus kemiskinan dan pengangguran," kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Anton J Supit, ketika dihubungi di Jakarta, Senin (2/1).

Menurut Anton, penciptaan lapangan kerja merupakan solusi mengatasi persoalan kemiskinan dan pengangguran. Apalagi, keterbatasan keuangan membatasi kemampuan pemerintah mem-berikan subsidi bagi masyarakat. Realisasi investasi akan menciptakan lapangan kerja di Indonesia.

"Terkait hal tersebut, dunia usaha membutuhkan dukungan berupa iklim investasi yang kondusif," kata Anton.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi pada Januari-September 2016 sebesar Rp 453,4 triliun. Realisasi investasi tersebut menyerap tenaga kerja 960.041 orang.

Iklim investasi kondusif itu antara lain kepastian hukum yang menyangkut konsistensi kebijakan, termasuk persoalan tanah, perburuhan, dan perizinan.

Menurut Anton, dunia usaha akan berjalan lancar menjalankan fungsinya sebagai penyerap tenaga kerja jika ditopang sumber daya manusia beretos kerja tinggi dan produktif. Oleh karena itu, pendidikan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja dengan kompetensi sesuai kebutuhan sektor nil menjadi hal penting.

"Koordinasi antar-kementerian dan lembaga dibutuhkan agar program pendidikan vokasi yang gencar didorong pemerintah saat ini benar-benar jalan," katanya.

Anton menuturkan, rujukan terhadap pendidikan vokasi Jerman tidak hanya dilakukan Indonesia, tetapi sudah ditempuh lebih dulu oleh Malaysia. "Ada upaya menghasilkan. banyak pekerja kerah biru dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan dunia usaha," kata Anton.

Di Malaysia, ada insentif dan disinsentif bagi dunia usaha yang melakukan atau tidak melakukan pemagangan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan, pemerintah berupaya menumbuhkan wirausaha dan mengembangkan IKM di Indonesia. Berdasarkan data Kemenperin pada 2016, ada 165.983 unit IKM yang menyerap 350.000 tenaga kerja (CAS)

Share:

Twitter