BERITA INDUSTRI

9 Kawasan Jadi Prioritas


Sumber : Bisnis Indonesia (27/12/2016)

JAKARTA — Pemerintah memprioritaskan pengembangan sembilan kawasan industri pada tiga tahun ke depan sambil menanti realisasi rencana pengembangan di kawasan industri lain.

Sembilan kawasan industri tersebut adalah Sei Mangkei, Morowali, Bantaeng, Tanjung Buton dan Dumai, Berau, Tanah Kuning, Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Kendal, dan Wilmar.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan dukungan pemerintah akan dikonsentrasikan kepada ka wasan industri yang bisa beroperasi dalam jangka pendek.

Pemerintah, jelasnya, harus menetapkan prioritas dukungan karena pengembangan kawasan industri adalah proses tidak bisa selesai dalam tiga–lima tahun.

“Sebelumnya kami putuskan ada 14 kawasan industri yang akan dibangun. Namun, ini sifatnya jangka menengah karena semua proyek mulai dari nol. Ini butuh waktu, tidak bisa membangun kawasan industri dengan persiapan tiga–lima tahun saja,” katanya, Jumat (23/12).

Menperin menjelaskan pemerintah dalam tiga tahun ke depan akan fokus mendukung kawasan industri yang sudah beroperasi. Dukungan diberikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan akses industri di kawasan tersebut ke pelabuhan,

jalan tol, pembangkit listrik, hingga air baku.

“Konektivitas dilakukan pemerintah. Pemerintah memasukkan ini sebagai proyek prioritas nasional. Tujuan pemerintah itu meningkatkan investasi. Investasi cuma bisa dilakukan di kawasan in dustri yang sudah siap,” kata Airlangga.

Sei Mangkei di Sumatra Utara, Morowali di Sulawesi Tengah, dan Bantaeng di Sulawesi Selatan adalah 3 kawasan industri yang sudah beroperasi dari 14 kawasan industri yang sebelumnya ditetapkan sebagai prioritas oleh Kemenperin.

INDUSTRI OLEOKIMIA

Kawasan industri Sei Mangkei merupakan kawasan industri oleokimia berbasis pasokan bahan baku CPO. Adapun Morowali dan Bantaeng merupakan kawasan industri mineral berbasis pasokan bahan baku nikel.

Enam kawasan lainnya adalah kawasan industri di luar 14 kawasan industri yang dinilai potensial menjadi tujuan investasi dalam tiga tahun ke depan.

Tanjung Buton dan Dumai berlokasi di Riau, Berau di Kalimantan timur, Tanah Kuning di Kalimatan Utara, JIIPE di Jawa Timur, dan Kendal di Jawa Tengah, dan Wilmar di Banten.

Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri, Kementerian Perindustrian, Imam Haryono, menjelaskan pemerintah tetap akan memonitor pengembangan di kawasan industri selain sembilan kawasan industri di atas.

Pemerintah juga terus memberikan asistensi dan bantuan dalam berbagai proses persiapan pengembangan kawasan industri sepertiperizinan dan pembebasan lahan.

Namun, belanja pembangunan infrastruktur akan dipusatkan kepada kawasan industri yang sudah beroperasi.

“Kawasan lain jalan terus, beberapa kawasan tahun depan sudah selesai masa persiapan dan masuk ke pengembangan. Soal pembangunan fisik, kami arahkan ke beberapa yang sudah siap agar dampak cepat dalam tiga tahun ke depan,” kata Imam.

Share:

Twitter