BERITA INDUSTRI

Konsumsi Plastik Naik 5%


Sumber : Bisnis Indonesia (27/12/2016)

JAKARTA — Konsumsi plastik diproyeksikan tumbuh 5,2% sepanjang 2016. Pemulihan konsumsi pada kuartal terakhir tahun ini mengompensasi permintaan yang anjlok pasca-Lebaran.

Sekjen Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiyono mengatakan permintaan atas resin plastik meningkat tajam pada kuartal IV/2016.

Permintaan pulih pada akhir tahun setelah terpukul pada kuartal III/2016. Permintaan atas plastik merosot tajam pada kuartal III/2016 akibat kelesuan konsumsi makanan dan minuman olahan setelah Lebaran.

Fajar memperkirakan pendorong pertumbuhan konsumsi plastik adalah gelontoran belanja pemerintah menjelang akhir tahun. Konsumsi plastik juga terbantu oleh memudarnya wacana kebijakan cukai plastik dan penghentian kebijakan kantong plastik berbayar.

“Di akhir tahun, begitu APBN cair permintaan naik. Biarpun ada revisi [belanja], daya tarik belanja pemerintah pada konsumsi masih kuat,” katanya, Jumat (23/12).

Dia mengatakan kenaikan konsumsi pada kuartal terakhir akan mendorong konsumsi plastik sepanjang 2016 ke sekitar 4,8 juta ton atau tumbuh 5,2% dibandingkan dengan konsumsi tahun lalu yang sekitar 4,5 juta ton.

“Jika kondisinya semakin bagus seperti saat ini, saya rasa tahun depan konsumsi bisa tumbuh 5,4%. Ini tergantung industri makanan dan minuman pertumbuhannya berapa,” kata Fajar.

Industri makanan dan minuman konsumen terbesar plastik lewat permintaan atas kemasan. Penjualan kepada industri makanan dan minuman menyumbangkan sekitar 68% dari total omzet industri kemasan pada 2015.

Mayoritas kemasan yang digunakan oleh industri di Indonesia adalah kemasan plastik. Porsi material plastik fleksibel mencapai 42% dari total bahan baku yang digunakan oleh industri kemasan, diikuti oleh kemasan kardus sebanyak 28%, dan kemasan plastik solid sebanyak 14%.

Kementerian Perindustrian memperkirakan tahun depan industri makanan dan minuman masih menjadi pendorong utama pertumbuhan industri manufaktur.

Produk domestik bruto sektor industri makanan dan minuman tahun depan diproyeksikan tumbuh 7,5%—7,8%. Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan dengan proyeksi kenaikan 8,2%—8,5% pada 2016, namun masih menjadi sektor yang  diproyeksikan mencetak pertumbuhan paling tajam.

Dirjen Industri Agro, Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto menjelaskan proyeksi pertumbuhan industri makanan dan minuman yang ditetapkan Kemenperin merupakan proyeksi realistis.

Dia mengatakan industri makanan dan minuman berpotensi besar tumbuh lebih pesat dari proyeksi lewat dorongan periode konsumsi tinggi pada periode sekitar Lebaran dan periode akhir tahun. (Demis Rizky Gosta)

Share:

Twitter