SIARAN PERS

Cetak Wirausaha Baru IKM Lewat Peran TPL


Kementerian Perindustrian tengah gencar menumbuhkan wirausaha baru Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Indonesia, salah satunya langkah strategisnya melalui peran Tenaga Penyuluh Lapangan (TPL). Para tenaga terdidik tersebut dilatih untuk memberikan penyuluhan yang mampu mengoptimalkan potensi lokal dan menggerakkan perekonomian daerah.


“Program ini kami siapkan melalui pendekatan by design atau melewati beberapa tahapan terstruktur, yaitu pendidikan selama masa kuliah program D3 serta pengalaman magang selama menjalani masa kontrak dua tahun sebagai TPL-IKM, kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih ketika menerima 30 TPL-IKM lulusan Politeknik STTT Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/12).


Ke-30 orang itu merupakan bagian dari 365 alumni Politeknik STTT Bandung yang diwisuda pada hari yang sama. Penyerahan TPL-IKM ini dilakukan oleh Direktur Politeknik STTT Bandung kepada Dirjen IKM, sekaligus menandai secara simbolik kerja sama yang baik dan sinergis di lingkungan Kemenperin.


“Program TPL dilaksanakan di berbagai Akademi dan Perguruan Tinggi di bawah binaan Kemenperin untuk mencetak lulusan-lulusan terbaik yang nantinya diharapkan dapat menjadi calon-calon wirausaha baru IKM,” papar Gati.


Selama periode tahun 2007-2015, jumlah lulusan TPL-IKM sebanyak 2.730 orang yang telah tersebar di   berbagai wilayah Indonesia. “Kami berharap para TPL khususnya lulusan Politeknik STTT Bandung ini tak hanya sukses menjadi wirausaha baru IKM, tetapi juga ikut membantu dalam penyebarluasan program-program Ditjen IKM saat ini kepada pelaku IKM di daerah-daerah,” tuturnya.


Hasil evaluasi yang dilakukan Ditjen IKM Kemenperin tentang keberhasilan program beasiswa TPL-IKM ini ditinjau dari aspek penciptaan TPL menjadi wirausaha baru, di mana sebanyak 267 orang atau sekitar 24 persen sejak angkatan tahun 2007-2009 telah memulai usaha selepas masa kontrak. “Kunci suksesnya adalah mereka mampu berpikir kreatif dan berinovasi menciptakan produk yang berdaya saing dalam memenangkan pasar,” tegas Gati.


Perlu diketahui, Pemerintah menargetkan penumbuhan wirausaha baru untuk industri kecil sebanyak 20.000 unit dan industri menengah sekitar 4.500 unit hingga tahun 2019. Gati pun menegaskan, IKM memegang peranan penting dalam penguatan struktur industri dan utamanya untuk perekonomian nasional. “IKM merupakan simbol aktivitas ekonomi berbasis kerakyatan yang terbukti tangguh menghadapi tantangan dan krisis ekonomi yang melanda ekonomi global,” jelasnya.


Demikian siaran pers ini untuk disebarluaskan.



Share:

Twitter