KEGIATAN KEMENPERIN

Pameran CeBIT 2016 Hannover


Dalam meningkatkan penetrasi akses pasar di Eropa bagi produk-produk telematika Indonesia, Kementerian Perindustrian berkolaborasi dengan KJRI Hamburg, ITPC Hamburg, dan KBRI Berlin pada event pameran Centrum for Boroautomation, Informationstechnologie und Telekommunikation, CeBIT 2016 di Hannover pada tanggal 14-18 Maret 2016. Sebanyak 14 perusahaan ICT Indonesia mendapatkan fasilitasi Kementerian Perindustrian untuk mempromosikan produk-produk ICT unggulan pada booth seluas 72 m2, dan 3 perusahaan difasilitasi ITPC Hamburg dengan luasan 18 m2.


Ke-14 perusahaan ICT Indonesia itu meliputi Agate International (Agate Studios), Amirage International (J-Spot Augmented Reality), Anantarupa Nabha Sparsham Deeptam (Anantarupa Studio), Evolusi Teknologi Semesta (Data Driven Asia), Delapan Sebelas Indonesia (i-811), Dreambender Indonesia (Isara), Dua Empat Tujuh (Solusi 247), Fusi Global Teknologi, Microelectronics Center ITB, Mitra Integrasi Komputindo, Sydeco, Sentra Studio Indonesia (Global e-Learning), Virkea Empressa Utama.


Dalam memperluas jejaring dan memfasilitasi pelaku usaha Indonesia dalam memasuki pasar Eropa, KJRI Hamburg bekerjasama dengan ITPC Hamburg dan didukung perusahaan ICT Indonesia berbasis di Hamburg, Ansaworks, serta OAV German-Asia Pacific Business Association mengadakan Indonesia Business Networking on Innovative Opportunities from ICT Sector di Room 14, Deutsche Messe Convention Center pada sela-sela acara pameran. Seluruh perusahaan ICT Indonesia yang menjadi co-exhibitor dalam pameran CeBIT 2016, mempresentasikan berbagai produk inovatif kompetitif dihadapan para pelaku bisnis internasional. Konjen RI Hamburg, Sylvia Arifin menyampaikan kebanggaannya atas partisipasi perusahaan ICT Indonesia dalam pameran CeBIT 2016 dan meyakini produk ICT Indonesia menjanjikan dan dapat diterima pasar internasional.


Direktur Industri Elektronika dan Telematika, Zakiyudin, menyampaikan bahwa keikutsertaan perusahaan ICT Indonesia telah berhasil menjalin berbagai kerja sama bisnis dan MoU dengan mitra dari negara-negara Eropa, Asia dan Amerika dengan estimasi kesepakatan bisnis yang dicapai pada CeBIT 2016 sebesar USD 1.338.000 dan Euro 550.000 atau sekitar Rp. 26,23 Milyar dari total 141 kontrak dagang.


Selain pameran CeBIT 2016, pelaku usaha Indonesia juga mendapatkan fasilitasi untuk mengikuti Road Show Indonesia ICT Day di Brusel dan Rotterdam pada tanggal 21-22 Maret 2016 untuk mempertemukan kembali dengan calon-calon partner bisnis dan buyer Eropa melalui presentasi dan promosi produk-produk Indonesia.




Share:

Berita Serupa

Kegiatan Lainnya  

Twitter