KEGIATAN KEMENPERIN

Menperin Resmikan Pabrik ke-3 PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia di Karawang


Menteri Perindustrian Saleh Husin meresmikan Pabrik ke-3 PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia di Karawang, Senin (7/3). Pada kesempatan tersebut, Menperin didampingi Plt. Dirjen ILMATE Kemenperin Panggah Susanto serta dihadiri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Presiden Direktur Toyota Astra Motor Hiroyuki Fukui, dan Komisaris Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Johnny Darmawan disaksikan.

 

Seusai peresmian, Menperin menyempatkan untuk mengamati proses pembuatan silinder blok mesin dari aluminium dan proses produksi mesin R-NR new technology di pabrik ke-3 TMMIN di Karawang.

 

Menperin menegaskan, struktur industri otomotif nasionalsemakin kuat dengan beroperasinya pabrik ke-3 PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang yang memproduksi mesin kendaraan bermotor. Di samping itu, pabrik tersebut memantapkan peran produk industri otomotif nasional dalam mengisi pasar domestik maupun global terutama di Kawasan Asia.


Langkah Toyota untuk memperkuat struktur industri otomotif dalam negeri melalui pembangunan pabrik engine ini sangat tepat, apalagi kita ketahui bahwa market share Toyota di Indonesia hingga saat ini lebih dari 32 persen,” ungkapnya.


Menperin juga menyampaikan, Pemerintah memberikan apresiasi kepada PT. TMMIN atas kepercayaan serta komitmennya untuk terus berinvestasi di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi beberapa model kendaraan merek Toyota serta komponennya di ASEAN bahkan di dunia saat ini.


Pabrik ke-3 PT. TMMIN di Karawang ini merupakan salah satu pabrik mesin otomotif terkini di dunia yang dibangun diatas lahan seluas 150 Ha dengan memiliki kapasitas produksi sebesar 216.000 unit per tahun. Sedangkan, nilai investasinya mencapai Rp. 2,3 triliun yang mampu menciptakan lapangan kerja baru sebanyak1.000 orang.


Pabrik ini akan memproduksimesinaluminium R-NR dengan bahan bakar bensin dan ethanoluntukkendaraanpenumpang, yang memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 80 persen,” ujar Menperin.

 

Share:

Kegiatan Lainnya  

Twitter