KEGIATAN KEMENPERIN

Kunjungan Kerja Menteri Perindustrian Saleh Husin di Jawa Barat


Menteri Perindustrian Saleh Husin kembali melakukan kunjungan kerja ke sejumlah objek industri di Jawa Barat, Selasa (27/10). Didampingi oleh Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka Harjanto dan Direktur Industri Kimia Hilir Toeti Rahajoe, Menperin menjalani dua agenda, yaitu mengunjungi PT. Goodyear Indonesia Tbk di Bogor dan meresmikan Pabrik PT. Pou Yuen Indonesia di Cianjur, Jawa Barat. Ketika di PT. Pou Yuen Indonesia, Selain Menperin turut hadir dan meresmikan yaitu Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Sekda Kabupaten Cianjur, serta Perwakilan Nike Indonesia dan Asia.


PT. Goodyear merupakan raksasa produsen ban berpusat di Amerika Serikat dan memiliki 60 pabrik di 25 negara. Total karyawan perusahaan mencakup 75 ribu orang di seluruh penjuru dunia. Perusahaan ini telah hadir sejak 1935 dan kini memusatkan operasinya di atas lahan seluas 172.000 meter persegi di Bogor, Jawa Barat.Dari dua kategori utama ban, jenis commercial (bus, truk) dan consumer (mobil pribadi), Goodyear mengekspor 55 persen produksinya. Sisanya ke pasar domestik dan memasok ke pabrikan atau original equipment manufacturer seperti Mitsubishi, Hino, Honda dan Daihatsu.


Menteri Perindustrian Saleh Husin meminta industri produsen ban kendaraan bermotor melakukan ekspansi ke sektor hulu. Salah satunya melakukan investasi perkebunan dan industri pengolaham karet.Langkah usaha ini diharapkan turut mempercepat penguatan struktur industri dan penghiliran industri berbasis agro ini. Selain itu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Sementara itu, pada hari yang sama, Menperin meresmikan Pabrik PT. Pou Yuen Indonesia di Cianjur, Jawa Barat. Peresmian juga disaksikan General Manager Pou Yuen Indonesia, Prince Tee, perwakilan Nike Asia Claire Wahl, dan perwakilan Nike Indonesia, Collette Hemmings.


Pabrik Pou Yuen yang ditargetkan berkapasitas produksi 12 juta pasang sepatu per tahun atau 1 juta pasang setiap bulan. Diperhitungkan sampai 2019,perusahaan yang memproduksi sepatu merek Nike ini menyerap 13.000 orang tenaga kerja.


Menperin menegaskan, investasi Pou Yuen yang hampir Rp 500 miliar itu menguatkan optimisme tentang prospek dan iklim usaha di Tanah Air. Diharapkan, realisasi investasi ini semakin menarik modal lebih banyak dari asing untuk membangun basis produksi.


Dalam kesempatan tersebut, Saleh Husin juga mengajak masyarakat untuk membeli sepatu dalam negeri agar industri ini semakin kuat. Produsen juga didorong meningkatkan kualitas dan desain agar produknya diterima serta dapat dibanggakan oleh konsumen.



Share:

Kegiatan Lainnya  

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM