KEGIATAN KEMENPERIN

Kunjungan Kerja Menteri Perindustrian Saleh husin di Purwakarta


 


Pada Senin, 12 Oktober 2015, Menteri Perindustrian Saleh Husin melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Purwakarta. Didampingi Dirjen IKTA, Menperin menjalani dua agenda, yaitu menghadiri Forum Temu Investor Purwakarta dan Meresmikan Line 7 PT Indo Bharat Rayon. Pada kesempatan tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa BArat Deddy Mizwar dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.


Pada forum temu investor tersebut, Menperin memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang mencanangkan program prioritas pembangunan daerahnya menjadi salah satu tujuan utama investasi di Indonesia. Program tersebut diwujudkan melalui penguatan dan pembukaan kawasan industri baru di beberapa wilayah Kabupaten Purwakarta.


Saleh menyampaikan, kondisi makro ekonomi Purwakarta sangat mendukung untuk menjadi pusat pertumbuhan industri dan investasi, dimana sampai dengan pertengahan tahun 2015 tercatat pertumbuhan ekonomi Purwakarta sebesar 5,90%. Sementara itu, angkatan kerja di Kabupaten Purwakarta sebanyak 404.900 orang dengan sekitar 20% bekerja di bidang industri, serta sebanyak 382.000 orang lainnya siap untuk bekerja pada berbagai sektor.


Ia pun menegaskan, pihaknya sangat mendukung upaya penumbuhan industri dan investasi di Kabupaten Purwakarta khususnya dan Provinsi Jawa Barat pada umumnya. Berbagai kegiatan peningkatan daya saing industri siap dikoordinasikan antara Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang tentunya dapat dimanfaatkan seluas-luasnya bagi kalangan industri.


Sementara itu, pada hari yang sama, Menperin meresmikan perluasan pabrik PT. Indo Bharat Rayondi Purwakarta, yang membangun Line 7 dengan nilai investasi sebesar USD 60 juta. Line 7 yang menerapkan teknologi ramah lingkungan ini diharapkan dapat menjawab kesulitan sektor hilir di industri tekstil dan produk tekstil (TPT) untuk mendapatkan bahan baku rayon.


“Saya sangat mengapresiasi juga upaya yang dilakukan PT. Indo Bharat Rayon dalam rangka meningkatkan daya saing industri melalui perluasan  pabrik dan fasilitas produksi yang tentunya mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional,” paparnya.


Menperin juga menyebutkan, berbagai langkah strategis yang dilakukan Kemenperin dalam upaya pengendalian impor dan pengamanan pasar dalam negeri, yaitu melalui kebijakan non-tariff seperti penerapan SNI Wajib, P3DN, dan perlindungan yang diperlukan melalui trade remedies (safeguard, bea masuk anti dumping) maupun instrumen perdagangan lainnya.


Selain itu, dalam rangka peningkatan daya saing industri, terus dilakukan program-program seperti restrukturisasi permesinan industri tekstil dan alas kaki, peningkatan kemampuan SDM industri, membangun national branding  untuk meningkatkan nilai tambah industri, membangun logistic base for cotton dalam rangka menjamin ketersediaan bahan baku kapas, serta upaya-upaya lainnya yang dilakukan bersama dunia industri.



Share:

Kegiatan Lainnya  

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM